FAQ

Remote Working adalah cara bekerja jarak jauh. Jadi bukan sebuah profesi (bukan hanya profesi tertentu yang bisa disebut remote worker).

Dengan perkembangan internet dan teknologi, manusia berkomunikasi melalui internet. Media ini yang digunakan secara maksimal untuk berkomunikasi, mengirimkan data, belajar mengajar, diskusi dan lain lain yang meminimalisir pertemuan antar manusia atau keberadaan disuatu tempat beramai ramai.

Oleh karena itu… Yang disesuaikan dan dipelajari adalah cara memaksimalkan media internet tersebut, bukan jenis pekerjaannya yang serta merta dirubah atau dihilangkan (digantikan robot).

Yang bukan latar belakang IT bisa tidak jadi remote worker? 

Bisa lah. 

Dokterpun ketika melakukan operasi bisa saja dilakukan secara remotely dengan batas – batas tertentu (dokter senior yang sedang tidak di RS yang bersangkutan memonitor berjalannya operasi yang urgent tanpa harus menunggu dokter nya flight to RS yang membutuhkan keahlian beliau)

*tentu menyesuaikan dengan infrastruktur dan support system yang ada.

Di komunitas RemoteHUB Asia kami lebih banyak ngobrol, bertukar pikiran dan scaleup soft skill untuk mengembangkan kemampuan menjalani pekerjaan remote working, memperbaiki mindset bekerja profesional, jadii….di grup kami obrolannya tidak serta merta menyampaikan lowongan pekerjaan remote atau mencari talent bidang khusus (tertentu) saja (bukan komunitas head hunter). 

Semakin lama, cara bekerja remote ini akan makin jadi suatu hal yang biasa. Apalagi ditengah force major dan wabah penyakit yang sedang merebak. Sehingga kegiatan perekonomian juga masih bisa berjalan, dan komunikasi ke pihak dan tempat yang bisa membantu tempat bencana masih bisa diupayakan berjalan baik.